"Iku, musim semi tahun ini di Hachioji cantiikkk bgt,” kata Mi Hyang.
“Bunga sakura mekar di mana-mana, langitnya biru cerah.”
Tahun lalu waktu pertama kali menginjakkan kaki di jalanan yg dipenuhi bunga sakura yg gugur dan di sepanjang jalannya berjejer pohon sakura, rasanya seperti ga mau bangun dari mimpi indah. Biarpun g lebih suka musim gugur, tapi musim semi bener2 bikin perasaan jadi berbunga-bunga. Kirei. Cantik.
"Mi Hyang, Mi Hyang, masih inget bulan purnama? Setiap kali aku liat bulan purnama di sini, pasti inget Mi Hyang. Inget bgt dulu waktu kita mau pergi ke kurazushi malem2, pasti kita sama2 liat ke langit. Lagi purnama ga ya? Kita sama2 ngerasa wajah kita berdua sebulat bulan. Rasanya seperti lagi ngeliat ke cermin."
"Hihi!!! Iya, Ku. aduh…kangen bgt sama masa2 itu. Ayo dateng kesini lagi, Ku. Nanti tinggal di apartemen aku aja. "
Mi Hyang, kalo aja lo tau, betapa pgnnya g balik lagi kesana. G bener2 ngerasa hidup di sana. Biarpun segala sesuatunya berat dan harus dilakukan sendiri, hati g bahagia bgt. Semua temen seperti keluarga, saling peduli, saling berbagi. Tapi ruang privasi selalu tetap jadi milik diri sendiri.
"Rocio, Olga, & Jasmine udah pulang ke negara mereka masing-masing. Kalau Mika sibuk bgt, aku aja sampe ga bisa ketemu! Dia kan jalanin zanryousei juga. Belum lagi baito, kuliah…"
"Ah..dari dulu mah Mika emang selalu sibuk, bukan?"
"Iya sih. Terus…King!! King lagi sibuk bantuin Sodaisai tahun ini. "
Mi Hyang yg hangat & sangat ekspresif. Bisa nangis bgt waktu lagi sedih, ketawa lebar dgn suara nyaring kalau lagi bahagia. Polos, apa adanya. Kaya anak kecil, tapi punya pemikiran yg dewasa. Dia juga ga pernah ragu untuk memeluk. Baru bangun tidur, sebelum pergi keluar, waktu baru pulang, sebelum tidur, kami pasti berpelukan hangat. Kalau ada Mi Hyang, suasana pasti berubah jadi ceria. Olga yg pendiam & tertutup jadi mau cerita2 & terbuka. Malah bbrp hari sebelum g pulang, Olga undang g & Mi Hyang ke vodka party di kamarnya. Kami nari-nari di tengah malam, sambil ketawa & foto2 kaya orang sinting. Malam itu g muntah sampai empat kali. Ketawa ga terhitung.
Mi Hyangggg!!!!!!!!!! Dulu pintu kamar g sering diketok waktu malem. Trus kami ngobrol sampai subuh tentang kehidupan, makanan, negara masing2, mimpi, perasaan, kekhawatiran, hasrat menemukan ‘pria sempurna’, masa lalu, perasaan betapa pengennya kami bahagia terus seperti saat itu, bahkan lebih dari saat itu…
Tapi ini cuma lingkaran kan, Mi Hyang? Suatu saat kita akan balik lagi ke Titik Segelas Coklat Panas di Musim Dingin itu, kan? G masih tetap percaya sampai sekarang, makanya semangat ini ga habis2!! Someday kita akan double date, entah di Korea, atau di Indonesia, atau mungkin di negara lain. Mi Hyang dgn cowo sempurnanya, dan g dgn cowo sempurna g juga. Di meja makan itu g bisa ngeliat wajah Mi Hyang yg berseri-seri bahagia, demikian jg sebaliknya. Tanpa diutarain, kita berdua sama-sama tau kalau moment ‘itu’ akhirnya tiba juga. Someday kita akan nari bareng di saat mabok, mungkin dgn Olga & Elena lagi, atau dgn orang yg baru akan masuk dalam hidup kita nanti…(mungkin 10 tahun lagi kah?) Who knows?
Oyasumi, my dear Mi Hyang. Miss u so much
-Iku-