Salam Hangat dari Balik Sarang

August 9th, 2008 by what-a-girl

Hey, makhluk kecil bersayap

Boleh kuluangkan satu hari saja untuk mengintip hidupmu?

Mempelajari caramu hidup

Bergerak bebas saja

aku tidak ingin mengganggu siklus hidupmu

berpura-puralah aku tidak di sini

Pernah tidur?

Bagaimana caramu tidur?

Menu favorit?

Romantisme dalam kaummu?

Apa pendapatmu tentang kami, manusia?

Yah, mungkin kadang-kadang kami menyebalkan

Ibu-ibu ingin membunuhmu

Wanita-wanita membencimu

Anak-anak kecil mengejar dan mengurungmu dalam toples

Melukai harga dirimu

Tapi aku tidak

Aku rasa instingmu sudah mengatakannya ya?

musikmu adalah dengungmu

jiwa senimu tampak pada sarang yang klasik dan kokoh

tak ada pemalas di duniamu

semua bekerja keras

demi loyalitas abadi kepada sang ratu

Sulit dipercaya, ya

Kita hidup di dunia yang sama

Menghirup udara yang sama

Tapi dengan kehidupan yang benar-benar berbeda

Aku sudah ada sejak 25 tahun yang lalu

Bagaimana dengan kamu?

Makhluk kecil yang cantik

Jangan pernah iri ya

Kau sudah memiliki segalanya

P.S.: Terima kasih sudah meluangkan sedikit waktu

Anakku yang Mati

July 30th, 2007 by what-a-girl

Dia tak lagi ada di sampingku saat aku bangun dari tidur

Padahal kami baru berbicara empat mata

dan saling mengaitkan kedua jari kelingking kami erat-erat

Kucari ia kemana-mana

ke dalam keramaian pasar malam

ke ujung gang-gang yang gelap dan membisu

ke sejuknya aliran air sungai

ke arah hangatnya sinar matahari

Si ibu berambut hitam bilang ia sedang bermain ranting-ranting patah sendirian di atas ayunan bambu

Si anak muka pucat juga melihatnya mendengungkan teriakan lirih di mulut sebuah sumur tua

Anakku mati di bumi dan hidup di udara

Kesayanganku yang baru tumbuh sayap

Kasihku yang baru akan menampakkan sinarnya

Anakku yang mati

Mengawasi dari balik keheningan malam

Selesai Suatu Saat Nanti

November 5th, 2006 by what-a-girl

kupu-kupu cantik itu bangsat

bunga mawar juga bangsat

hal-hal yang cukup indah memang bangsat

semua yang aku lihat dari matamu seperti sangat dekat

padahal jauh

sstt.. jangan keras-keras

lihat mata saya!!!

bisa baca? ada dua puluh tiga buah pertanyaan simpang siur di dalam otak

senyum kamu bagus, karena bibir kamu tipis. tipis sekali

setiap hari usahakan bangun pagi

supaya kamu masih bisa melihat embun di atas daun

hari-hari kita penuh dengan kata-kata umpatan

kadangkala diselingi pujian dan hela napas lega

sampai kapan kita bisa bersama?

sampai aku muak melihat wajah berminyakmu

dan senyum tololmu

yah, aku sudah tahu

lagi-lagi kamu salahkan aku

karena pergi dari hidupmu?

atau karena tak pernah menghampiri hidupmu?

lagi-lagi aku menjadi Si Bengis dan Si Hati Busuk

kejahatan tak terlupakan, tak termaafkan

lain kali kita bertemu di titik hitam itu lagi ya…

jadikan rumah setengah panggung itu tempat persembunyian terakhir kita

aku dapat melihat kita berlari di tengah hujan

pintu rumah itu membentang lebar

ia sudah tahu kita pasti akan datang

lepaskan baju basahmu, peras airnya, dan gantung di tiang bambu

jangan malu, kita sama-sama tak berbaju

ayo tidur sebentar sampai hujan reda

di saat itu kita bisa menjemur baju di bawah matahari

bermain tanah basah yang hampir mengering

Segelas Coklat Panas di Musim Dingin

October 6th, 2006 by what-a-girl

"Iku, musim semi tahun ini di Hachioji cantiikkk bgt,” kata Mi Hyang.

“Bunga sakura mekar di mana-mana, langitnya biru cerah.”

Tahun lalu waktu pertama kali menginjakkan kaki di jalanan yg dipenuhi bunga sakura yg gugur dan di sepanjang jalannya berjejer pohon sakura, rasanya seperti ga mau bangun dari mimpi indah. Biarpun g lebih suka musim gugur, tapi musim semi bener2 bikin perasaan jadi berbunga-bunga. Kirei. Cantik.

"Mi Hyang, Mi Hyang, masih inget bulan purnama? Setiap kali aku liat bulan purnama di sini, pasti inget Mi Hyang. Inget bgt dulu waktu kita mau pergi ke kurazushi malem2, pasti kita sama2 liat ke langit. Lagi purnama ga ya? Kita sama2 ngerasa wajah kita berdua sebulat bulan. Rasanya seperti lagi ngeliat ke cermin."

"Hihi!!! Iya, Ku. aduh…kangen bgt sama masa2 itu. Ayo dateng kesini lagi, Ku. Nanti tinggal di apartemen aku aja. " 

Mi Hyang, kalo aja lo tau, betapa pgnnya g balik lagi kesana. G bener2 ngerasa hidup di sana. Biarpun segala sesuatunya berat dan harus dilakukan sendiri, hati g bahagia bgt. Semua temen seperti keluarga, saling peduli, saling berbagi. Tapi ruang privasi selalu tetap jadi milik diri sendiri.

"Rocio, Olga, & Jasmine udah pulang ke negara mereka masing-masing. Kalau Mika sibuk bgt, aku aja sampe ga bisa ketemu! Dia kan jalanin zanryousei juga. Belum lagi baito, kuliah…"

"Ah..dari dulu mah Mika emang selalu sibuk, bukan?"

"Iya sih. Terus…King!! King lagi sibuk bantuin Sodaisai tahun ini. "

Mi Hyang yg hangat & sangat ekspresif. Bisa nangis bgt waktu lagi sedih, ketawa lebar dgn suara nyaring kalau lagi bahagia. Polos, apa adanya. Kaya anak kecil, tapi punya pemikiran yg dewasa. Dia juga ga pernah ragu untuk memeluk. Baru bangun tidur, sebelum pergi keluar, waktu baru pulang, sebelum tidur, kami pasti berpelukan hangat. Kalau ada Mi Hyang, suasana pasti berubah jadi ceria. Olga yg pendiam & tertutup jadi mau cerita2 & terbuka. Malah bbrp hari sebelum g pulang, Olga undang g & Mi Hyang ke vodka party di kamarnya. Kami nari-nari di tengah malam, sambil ketawa & foto2 kaya orang sinting. Malam itu g muntah sampai empat kali. Ketawa ga terhitung.

Mi Hyangggg!!!!!!!!!! Dulu pintu kamar g sering diketok waktu malem. Trus kami ngobrol sampai subuh tentang kehidupan, makanan, negara masing2, mimpi, perasaan, kekhawatiran, hasrat menemukan ‘pria sempurna’, masa lalu, perasaan betapa pengennya kami bahagia terus seperti saat itu, bahkan lebih dari saat itu…

Tapi ini cuma lingkaran kan, Mi Hyang? Suatu saat kita akan balik lagi ke Titik Segelas Coklat Panas di Musim Dingin itu, kan? G masih tetap percaya sampai sekarang, makanya semangat ini ga habis2!! Someday kita akan double date, entah di Korea, atau di Indonesia, atau mungkin di negara lain. Mi Hyang dgn cowo sempurnanya, dan g dgn cowo sempurna g juga. Di meja makan itu g bisa ngeliat wajah Mi Hyang yg berseri-seri bahagia, demikian jg sebaliknya. Tanpa diutarain, kita berdua sama-sama tau kalau moment ‘itu’ akhirnya tiba juga. Someday kita akan nari bareng di saat mabok, mungkin dgn Olga & Elena lagi, atau dgn orang yg baru akan masuk dalam hidup kita nanti…(mungkin 10 tahun lagi kah?) Who knows?

Oyasumi, my dear Mi Hyang.                                                                         Miss u so much

-Iku- 

Ups ah…

September 22nd, 2006 by what-a-girl

waktu lg chatting ama yogie, tiba2 gue terinspirasi nulis blog lagi. pdhl blkgn ini otak gue serasa mampet inspirasi!! makaci ya yogie…kamu memang sumber inspirasiku…(hoeekkk..mau muntah kan gue!!!)

sebenernya banyaakk bgt yg mau diomongin. tp ga ah. satu ajah. diomongin gini sapa tau ada yg bs bantuin g memenuhi keinginan2 terpendam ini. ngomong apa sih ku? keinginan apa??? ya byk lah, gila lo!!! semoga aja semuanya tercapai yah. sblm mati gue pgnnnn bgt….

  • terbang tandem (yogie jg kan??? tp jgn yg 600 US$ itu gie..kemahalan!!!)
  • naek balon udara keliling benua2 n samudera2 luas yg selama ini cm bs g bygin wkt baca buku. sekalian pgn tau segitiga bermuda yg katanya misterius bgt. seru yah!!!
  • naek helikopter. trus turunnya  di atas bukit atau di hutan manaaa gt.
  • backpacking sendirian ke vietnam
  • bungee jumping dari atas tebing yg curam bgt. berkali-kali. sampe gue mati rasa. ga deg2an lagi.
  • balap beneran!!! balap motor kek mobil kek…
  • makan kecapi smp mencret. saking pgnnya. saking kangennya
  • tinggal di pinggir pantai, di rumah yg ada di ujung tebing (tebing mulu). jadi tiap sore, gue bisa menikmati sunset sambil duduk di ayunan yg gue taro di teras rumah, dengan rambut yg terbang2 ketiup angin, pake kaen pantai yg tipis warna warni. rumah gue tanpa pager. kalopun ada, pendek. ga suka yg tinggi n gede2. rumahnya bukan yg modern. sederhana bgt tp lengkap, nyaman. kaya tipikal rumah nenek2 yg suka ngerajut sweater di teras n duduk di kursi goyang.
  • liat outer space dari deket. entah gmn caranya. dari teropong super canggih kek, naek pswt luar angkasa kek. mau dptin feel X lagi!!! feel yg ga tau namanya apa, pokonya luar biasa bgt, cuma timbul sesekali, di saat momentum Y, frekuensi Z, kecepatan Q melebur jadi satu.
  • mencintai dgn sangat mencintai. seumur idup belom pernah.
  • berhasil bikin satu novel (minimal), yg go int’l.
  • ke Egypt!!!! dan negara Timur Tengah lainnya (btw, Egypt Timur Tengah kan yak? Kl salah, tolong dikoreksi di kolom comment). Aku adalah pecinta negara2 Timur Tengah. eksotik bgt.
  • ngobrol yg santai (tanpa pake urat) tp efektif sama bonyok. sampe pikiran2 kita yg beda2 itu akhirnya bisa nyatu, bukan karena berubah jadi sama, sehati, sepaham, tapi karna kesadaran bahwa beda bkn berarti salah itu akhirnya bisa nancep di otak masing2. waktu pembicaraan kita selesai, semua tarik napas lega: fiuuhhh…..kok rasanya lebih bahagia ya?
  • pilih2 foto yg paling keren buat dipajang di peti mati gue. sampe akhir hayat harus tetep berkepribadian (???).
  • memeluk dan dipeluk (I love warm hugs). sama sapa aja boleh deh. berhubung dah mo mati, ga usah pilih2 lah…

Nanka aru?

July 19th, 2006 by what-a-girl

Too much I can’t tell you.                                                                              

Do I meet the wrong one?

Am I wrong if I decide to not break my fortress down?

“Hey, you are not missing me!” said the guy.

I turned around and starred at him. At a glance he smiled, stepped his feet forward before me. I am full of dark side, terrible feeling.

I can’t hear you. The sound of my heart goes somewhere, without me.       Where should I find the warmest heart like yours?

He lifted my world up upon my head. And then he dropped it.                       

They killed me slowly, punched my head with a stone, and drank the blood that comes out of my head.

How do I feel now? That’s what I am not sure at all.                                      

“Believe me, honey!” said the guy again.

Now you can run. And laugh. And sing. And scream.                                   

Forget your sorrow; forget your happiness at the moment.                                                                                                   

Kiss your water; bring the sunlight into the dark room.                                       

Hold your tongue, swallow your words. Do not be shaken! Show you’re genuine!!!

Show the real you. Make them tempted!                                                   

Watch them fall and fall and fall again…                                                     

They are already gone, maybe dead.                                                           

And now you can lick your lips again. Play hard with me.

19 hari lagi

March 1st, 2006 by what-a-girl

Fathers be good to your daughters

daughters will love like you do

Girls become lovers who turn into mothers

so mothers be good to your daughters too

Lagu ini lagi. Enak bangett. Ga bosen2 biarpun da berpuluh kali gue denger.

Kenapa kita jarang diajarin bagaimana supaya kita bisa bahagia? Kenapa cuma gimana supaya bisa jadi orang kaya, punya kerjaan yg bagus, suami tajir. Kenapa ga diajarin gimana caranya supaya bisa nemuin hal yang paling kita suka n lakuin itu dengan sungguh-sungguh?

Apa ya yang bisa bikin gue bahagia? Kalo diinget-inget:

  • oh, gue bahagia banget waktu gue nari
  • udah lama banget. waktu jalan2 ke puncak bareng bonyok, ade gue
  • waktu liat bonyok gue becanda. dunia serasa damaiii
  • pas lagi suntuk ada yg ajakkin ke kurazushi. sushi hari itu berasa enak banget, padahal mah sama aja
  • falling in love
  • denger lagu yg da lama ga gue denger
  • belanja sendirian di hyaku en shop
  • belanja buku seharian di bazaar buku gramed
  • makan makanan enak

Hari ini janji makan bareng Eiko. Eiko. Cewe cantik, rambutnya panjang 2 warna: item n merah, friendly. Ketemu sekali waktu baito bareng, kita langsung akrab, tukeran imel n no hp. Eiko!!! Hisashiburi dane. Hontouni aitakatta.

Aduh. Laper banget. Belakangan ini gue ga makan nasi. Udah ah, gue ga mau beli beras lagi. Mahal. Mendingan makan roti or chapatti. Tinggal perlu beli tepung. Enak, murah, gorengnya ga pake minyak pula. Sehat! Tapi ga kenyang.

Temen gue bilang, kamu cantik tapi hati kamu busuk. Whatever deh. Busuk apa ngganya hati gue cuma gue yg paling tau. Manusia memang mengecewakan, tapi binatang jarang mengecewakan manusia. Itu sebabnya gue suka binatang. Kita ga perlu buat tembok untuk jaga jarak.

Kata Ikeda Sensei, dalam persahabatan jangan membuat tembok. Jangan takut dikecewain, disakitin. Jujur aja deh, sensei. Kalo sekarang, muri!!! Entah kapan gue bisa, tapi gue pengen bisa.

Kata Okamatsu Sensei tersayang, jibun o daijini shite kudasai. Kore kara ne, sensei. Gambatte ikitai to omoimasu. Seringkali beli baju bekas yang murah banget buat diri sendiri, tapi yg baru buat orang lain. Maksudnya sih pengen ngirit. Mulai sekarang, bayar diri sendiri dengan harga yang layak!!!

Kata seorang tokoh di sebuah film, setiap manusia punya dua muka. Kalo gue kayanya lebih dari dua. Tiga? Lima?

Dadah Mey!!! Hari ini Mey pulang. Jadi inget waktu karaoke bareng. Cuma gue, Mey, Mon, Nadhi aja yg tersisa sampe akhir. Hard core ne!!!

Senyum Airi chan

February 12th, 2006 by what-a-girl

Lima atau enam orang laki-laki tua, jelek, beberapa di antaranya hampir botak, dengan mulut bau alkohol mengerubuti temanku, si cantik Hatzuki chan, yang tanpa daya berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangan. Mereka mencoba ‘menyentuh’ semua bagian tubuh yang gemetar itu. Ironisnya, Hatzuki chan masih tetap tersenyum dan tak sedikitpun kata-kata marah terlontar dari mulutnya. Aku tahu benar perasaannya. Perasaan jijik, ngilu, marah, sedih menyatu di dalam hati. Jarang kami merasa bahagia saat bekerja. Saat membuat sake merupakan saat paling ‘aman’. Bahkan untuk pergi ke toilet pun kami harus berhati-hati. Secara tak langsung kami mempunyai tanggung jawab untuk membuat suasana meriah agar mereka tak bosan dan perusahaan kami tak kehilangan pelanggan. Tanggung jawab itu seringkali harus dijalankan dengan pengorbanan hati. Memulai pembicaraan kosong dengan tamu, berpura-pura tertawa mungkin sudah menjadi keahlianku sekarang. Jika kami gagal menyenangkan mereka, keluhan-keluhan sinis akan terdengar di telinga kami. Hati kami pun semakin perih…

Hari yang bahagia. Di antara sekian banyak tamu, kakek itu yang paling cerewet menurutku. Tetapi itu sama sekali tak apa. Aku tak keberatan mendengar ceritanya terus-terusan, tetapi karena sebisa mungkin kami harus berbicara dengan semua tamu, maka pembicaraan kami berdua hanya berlangsung dalam waktu singkat dan sambung-menyambung. Aku adalah pendengar yang baik. Aku rasa ia sadar akan hal itu. Ia hampir tak dapat berhenti bercerita tentang keluarganya, cucunya dan masa mudanya. Ketika aku hendak pulang ia memanggilku lagi untuk mengucapkan salam perpisahan. Ia juga berterima kasih berulang kali sambil menjabat tanganku. Aku pun berterima kasih padanya dalam hati, untuk menghormatiku dan menjadikanku teman bicara malam itu. Kakek yang baik, hari yang indah. Aku mengingatnya sebelum tidur malam itu, bahkan sampai hari ini. Arigatai desu.

Laki-laki dengan tampang sanguinis itu datang tiba-tiba dan memelukku erat-erat. Bau alkohol. Bau rokok.  "Pulang sama-sama?" bisiknya di telingaku. Kutolak ia dengan senyum. Pertama kalinya aku menangis karena tak tahan melihat semua hal yang memuakkan dan menjijikkan itu. Di mobil selama perjalanan pulang kami menangis lagi, saling menghibur, merenung, dan akhirnya tertidur. Yah, sudah kuputuskan. Hari ini hari terakhir. Aku berhenti.

"Airi chan!" Seseorang memanggil dan menyerahkan amplop coklat. Hmmm…rasanya aku masih sanggup melakukannya sedikit lagi. Okay, sampai jumpa Sabtu depan, teman-teman! Hontouni otsukaresama desu.                        

Dia adalah…

February 10th, 2006 by what-a-girl

Ternyata ia suka membaca buku. Ketika aku tahu, langsung aku belikan buku di hari berikutnya. Selanjutnya aku belikan rak buku kayu, buatkan perpustakaan kecil, sediakan sofa empuk di sisi tempat tidurnya, dan pastikan penerangan yang cukup di kamarnya. Setiap minggu kami pergi ke toko buku, mencari buku baru, habiskan waktu berjam-jam di pojok toko buku yang sepi orang, tak akan biarkan orang lain ganggu waktu kami yang berharga. Dia suka kisah tentang mimpi, tentang keajaiban. Aku suka kisah nyata, kisah yang sederhana. Kami pun bertukar cerita. Dia ceritakan keajaiban yang ia lihat dalam buku dengan bahasa yang masih terbatas, dengan mimik muka yang lugu dan penuh rasa antusias. Dia percayai semua keajaiban yang menurutku hanya ada di dalam buku. Matanya yang bulat bersinar saat bercerita, sambil tertawa, sambil tersenyum ceria. Dia membuat aku mengharapkan keajaiban itu, berharap dengan cara yang berbeda.

Aku selalu ingin jadi sahabatnya, sampai ia berusia 10 tahun, 15 tahun, 17 tahun, 21 tahun, sampai ia menikah dan menjadi tua, sampai masa terakhir aku hidup, selama-lamanya.

Aku ingin menjadi buku hariannya, yang ia percaya untuk tumpahkan semua isi hatinya. Tak ingin lewatkan masa-masa dalam hidup dan pertumbuhannya, hari pertama ia masuk sekolah, membuat tugas mengarang, belajar berenang, bertemu sahabat baru, kesal pada guru matematika, menstruasi pertama, jatuh cinta, patah hati, tampil di pentas sekolah, lulus ujian, kursus mengemudi, sex pertama, membuat keputusan-keputusan sulit atau saat dimana ia harus memilih.

Orang-orang akan lihat kami berjalan bergandengan tangan, makan di satu meja, tertawa, berbicara dalam bahasa rahasia yang hanya kami berdua yang dapat mengerti.

Di suatu hari Minggu yang cerah. Di suatu pojok di sebuah toko buku, lagi-lagi dia dan aku, sedang asyik membaca buku yang berbeda.

                                                                                     to my daughter

hokkaido yg biasa aja

February 10th, 2006 by what-a-girl

tuh kan bener. apa gue bilang. ga percaya sih…nyesel kan akhirnya!!!

liburan apa liburan??? liburan teraneh yg pernah gue lewatin. pergi ber5, waktu yg sama, bus yg sama, pesawat yg sama, hostel yg sama, kamar yg sama. tp tiap orang bikin rencana sendiri n sibuk sendiri. wish my best friends were here.

buang duit, buang waktu, buang tenaga.